Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Menggunakan netstat di windows dan Linux

Netstat (network statistics) merupakan program berbasis teks dan berfungsi memantau koneksi jaringan pada suatu komputer, baik itu jaringan lokal (LAN) ataupun untuk jaringan internet.

Kapan saat membutuhkan netstat? Ketika anda sedang internetan tiba tiba koneksi menjadi sangat lambat dan anda mencurigai ada program di komputer anda yang jadi penyebabnya.

Jika hal tersebut anda alami maka anda bisa menggunakan program netstat untuk melakukan pengecekan.

Cara menggunakan netstat di windows

Untuk memanggil netstat pertama buka dulu command prompt di windows, caranya klik Start> All Programs> Accessories> Command Prompt atau Start> Run> ketik cmd lalu Ok.

Sekarang pada command prompt ketikan netstat (tekan enter) maka akan ditampilkan koneksi jaringan yang sedang berlangsung pada saat itu.

Sebagai contoh berikut ini adalah koneksi jaringan di komputer saya

Active Connections


Proto Local Address Foreign Address State
  
TCP Ponselkom:1772 cg-in-f100.google.com:http ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1773 74.125.153.99:http ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1774 74.125.153.103:http ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1775 74.125.153.113:http ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1042 localhost:25377 ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1043 localhost:1044 ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1044 localhost:1043 ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1046 localhost:1047 ESTABLISHED

TCP Ponselkom:1047 localhost:1046 ESTABLISHED

TCP Ponselkom:25377 localhost:1042 ESTABLISHED


Berikut ini keterangan dari output netstat diatas :

    Proto. Kolom proto menunjukan jenis protokol yang dipakai bisa TCP atau UDP.
    Local Address. Kolom ini menjelaskan alamat dan nomor port yang ada di komputer anda yang mana saat itu sedang aktif melakukan koneksi. Contoh diatas Ponselkom adalah nama host dari komputer dan 1772 adalah nomor port di komputer yang sedang melakukan koneksi.
    Foreign Address. Kolom ini menunjukan koneksi yang dituju oleh local address beserta nomor portnya. Contoh diatas saya sedang menghubungi server google melalui http (port 80) yang artinya saya sedang browsing google.
    State. Kolom ini menunjukan status dari koneksi yang sedang terjadi. ESTABLISED artinya sudah terhubung dengan komputer lain dan siap mengirimkan data.

State yang mungkin terjadi :

    LISTENING -> siap untuk melakukan koneksi
    SYN_SENT -> mengirimkan paket SYN
    SYN_RECEIVED -> menerima paket SYN
    ESTABLISHED -> koneksi terjadi dan siap mengirimkan data
    TIME_WAIT -> sedang menunggu koneksi

Masih ada state TCP yang lain seperti FIN_WAIT_1, FIN_WAIT_2, CLOSE_WAIT, LAST_ACK dll untuk lebih jelasnya anda bisa baca buku yang membahas tentang TCP/IP

Yang perlu diperhatikan jika muncul state SYN_SENT dalam jumlah yang banyak dan terus menerus, efeknya koneksi internet anda menjadi sangat lambat.

Hal ini bisa disebabkan karena pada komputer anda terdapat malware entah itu virus, trojan atau worm yang berusaha melakukan koneksi ke internet.

Berikut ini parameter lain yang bisa anda gunakan untuk perintah netstat.

    netstat -a , menampilkan semua koneksi baik yang listening maupun yang tidak
    netstat -e, menampilkan statistik paket yang dikirim dan yang diterima
    netstat -n, menampilkan alamat dan port dalam bentuk numerik
    netstat -o, menampilkan PID (Process ID) untuk setiap koneksi
    netstat -s, menampilkan statistik per protokol
    netstat -r, menampilkan routing table
    netstat -p protokol, menampilkan statistik berdasarkan protokol tertentu

Dengan netstat anda juga bisa menampilkan program mana saja (*.exe) yang sedang aktif melakukan koneksi ke internet, berikut ini perintahnya

netstat -b 5

perintah diatas akan ditampilkan setiap 5 detik, untuk mengakhirinya tekan CTRL+C. Bagi anda yang senang dengan catatan atau log, anda juga bisa memberi perintah kepada netstat untuk mencatat statistik koneksi ke dalam file teks. Berikut ini perintahnya :

netstat -b 5 > c:/koneksi.txt

Perintah diatas akan mencatat statistik ke file koneksi.txt setiap 5 detik.

Cara menggunakan netstat di linux


Menjalankan program netstat di linux kurang lebih sama seperti di windows, hanya saja ada beberapa parameter yang berbeda.

Berikut ini beberapa parameter untuk perintah netstat di linux

    netstat -a , menampilkan semua koneksi baik yang listening maupun yang tidak
    netstat -l , menampilkan semua koneksi yang listening saja
    netstat -s , menampilkan statistik per protokol
    netstat -n , menampilkan dalam bentuk numerik
    netstat -o , menampilkan timer
    netstat -g , menampilkan berdasarkan group membership
    netstat -i , menampilkan tabel network interface
    netstat -I<interface> , menampilkan network interface tertentu misal netstat -Ieth0
    netstat -p , menampilkan PID atau program yang sedang melakukan koneksi
    netstat -M, menampilkan IP masquerade

Lebih jelasnya anda bisa melihat manual dari program netstat ini dengan cara mengetikan perintah :

man netstat

Linux bersifat case-sensitive sehingga penggunaan huruf besar dan huruf kecil dianggap berbeda. Jadi perintah netstat -p dengan netstat -P itu akan menghasilkan perintah yang berbeda.
Read more Read More...

Android Command Line Menggunakan Aplikasi Android Terminal Emulator

Android Terminal Emulator merupakan aplikasi untuk mengakses lingkungan terminal / shell seperti di linux dalam lingkungan android. Jika android anda telah diroot, tentunya bisa melakukan berbagai aktivitas "command line" seperti halnya di sistem operasi linux.



Aplikasi ini bisa didapatkan di market, search " Android Terminal Emulator" buatan Jack Palevick. Lalu unduh. Jalankan aplikasi terminal emulator, dan seperti inilah tampilan dari android terminal emulator.



Jika Ponsel Android anda telah diroot, maka ketia mengetik su anda bisa masuk sebagai super user.



Dan dapat mengaplikasikan berbagai macam perintah dasar, karena setelah diroot aplikasi busybox juga ikut terinstall. Busybox ini membantu melakukan berbagai macam perintah dasar yang ada di linux dalam lingkungan android.



Bagi yang awam android dan belum mengerti terminal linux cobalah untuk memakai sistem operasi linux, anda bisa mencoba Arch Linux, PCLinuxOS, atau Sabayon. Bagi yang sangat pemula disarankan pakai PCLinuxOS atau Sabayon karena instalasi dalam mode grafis seperti pada instalasi Windows 7.


Source http://www.cidtux.net
Read more Read More...

Cara mengatasi Blank setelah logo matrix Pada PS2

Permasalahan yang sering terjadi pada ps2 hardisk dengan booting hdloader adalah tampilan game yang tidak keluar alias blank setelah logo matrix.Seharusnya setelah logo matrix muncul tampilan gambar splash hdloader.Tapi jika anda menemui ps2 tampil dilayar blank hitam atau merah setelah logo matrix mungkin kesalahan ada pada bootingnya.

Cek secara manual yaitu dengan mengganti hardisk lain yang berfungsi normal apabila tidak ada masalah berarti trouble pada hardisk.
Tampilan blank hitan atau merah tidak hanya disebabkan karena hardisk, NA atau mesin pun bisa menyebabkan tampilan game tidak keluar.

1.Memperbaiki hardisk ps2 error/blank
Bila kerusakan disebabkan karena hardisk, langkah pertama adalah kita lepas hardisknya cek di PC dengan menggunakan Win Hiip,Pilih Util > Scan/Repair,kemudian colokkan kembali di ps2nya dan instal bootingnya (BOOT.ELF).
Apabila cara tersebut tidak berhasil maka hardisk kita format dan ulangi instal dari awal.

2.Trouble pada console ps2nya
Jika sudah dipastikan HDD dan Network Adapter tidak ada masalah, mungkin trouble tersebut pada console ps2, yang harus dilakukan adalah memeriksa fuse yang menghubungkan hardisk.

3.Pastikan setting dari matrix modbo adalah dev2

Setting pada boot mode adalah dev2 artinya ic matrix atau modbo tersebut akan membooting boot.elf  yang terinstal pada hardisk ps2 yang digunakan.
Untuk melihat settingan tersebut caranya adalah dengan menekan tombol Segitiga dan lingkaran secara bersamaan pada saat logo matrix muncul sehingga keluar dan pilih dev2 pada option seperti berikut:

Boot Mode
Options:
  • Auto – Boots to $ony Browser with ability to boot PS2 and PS1 originals and backups. But not limited to this. Use Shortcut Buttons at Matrix logo at startup to force alternate boot such as DEV1 or DEV2
  • Fast – Quickly boots PS2 media without logos being displayed.
  • INFMAN – Automatically boots Infinity Manager if installed.
  • DEV1 – Automatically boots “BOOT.ELF” from MC0:/BOOT/ If installed.
  • DEV2 – Automatically boots “boot.elf” from hdd0:/__boot/ If installed.
  • DVDV – Automatically forces boot of DVD video disc or PS1 game.

Read more Read More...

Manual Removal Virus Shortcut Ramnit Runmit W32

  • Run Process explorer from sysinternal (Download Here), click suspend all svchost.exe (under explorer.exe process, not under services.exe) then terminate process tree
  • Disable system restore during this removal steps.
  • Erase recycler, recycled and "system volume information" folders, To doing this follow this steps: (for example my admin username is Ponselkom, root directory is in C:)
run cmd.exe, 
c:\>rd /s /q "c:\recylcer" [enter]
c:\>cacls "c:\system volume information" /t /e /c /g Ponselkom:F [enter]
c:\>rd /s /q "c:\system volume information" [enter]
d:\>rd /s /q "recycled" [enter]

  •  Make RamNit_removal.bat and RAMNit_removal.reg and place it at the same path / folder. To make this files here the steps:
run notepad, copy this scripts and save as RamNit_removal.bat

@echo off
REM "This is for erase Main worm files"
del /f /s /q /a "%ProgramFiles%\Microsoft\WaterMark.exe">Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%ProgramFiles%\Microsoft\DesktopLayer.exe">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%systemroot%\System32\dmlconf.dat">>Delete_Log.txt

REM "This is for erase another tricky worm files, if it exist"
del /f /s /q /a "%Systemroot%\dmlconf.dat">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%Systemroot%\lssas.exe">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%systemroot%\ExplorerSrv.exe">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%systemroot%\System32\rundll32Srv.exe">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%ProgramFiles%\synaptics\syntp\SynTPEnhSrv.exe">>Delete_Log.txt
del /f /s /q /a "%UserProfile%\Local-Settings\Application Data\\.exe">>Delete_Log.txt


REM "This is for prevent infections of Ramnit worm"
mkdir "%ProgramFiles%\Microsoft\WaterMark.exe"
attrib +r +s -h -a "%ProgramFiles%\Microsoft\WaterMark.exe" /s /d
mkdir "%ProgramFiles%\Microsoft\DesktopLayer.exe"
attrib +r +s -h -a "%ProgramFiles%\Microsoft\DesktopLayer.exe" /s /d
mkdir "%systemroot%\System32\dmlconf.dat"
attrib +r +s -h -a "%systemroot%\System32\dmlconf.dat" /s /d
REM "This is for clean hijacked registry settings"
reg import RAMNit_removal.reg
exit
run notepad, copy this script and save as RAMNit_removal.reg

Windows Registry Editor Version 5.00

[-HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnceEx]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunServicesOnce]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Shared Tools\MSConfig\startupreg]
[-HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Shared Tools\MSConfig\startupfolder]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnceEx]
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunServicesOnce]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Shared Tools\MSConfig\startupreg]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Shared Tools\MSConfig\startupfolder]
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
"Userinit"="c:\\windows\\system32\\userinit.exe"
[HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]
@="regedit.exe \"%1\""
[HKEY_CLASSES_ROOT\inffile\shell\open\command]
@=hex(2):22,00,25,00,31,00,22,00,20,00,25,00,2a,00,00,00
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile]
@="Application"
"EditFlags"=hex:38,07,00,00
"TileInfo"="prop:FileDescription;Company;FileVersion"
"InfoTip"="prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\DefaultIcon]
@="%1"
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell]
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open]
"EditFlags"=hex:00,00,00,00
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\runas]
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\runas\command]
@="\"%1\" %*"

  • Execute RamNit_removal.bat, fix another registry issue with ccleaner.
  • Reboot and enter safe mode, then do scan to clean random executable files that infected by this worm, offcourse with your trusted antivirus. (Antivirus that know this virus such as: avast antivirus, avira rescue CD, clamwin)
  • Boot normally, clean all infected htm and html files with VBS dropper malware remover tools (author: Jing Ge).
  • Use worm door cleaner to prevent infected from internet or LAN.
  • Finish.

notes:
Be ready to reinstall some applications, some anti-virus programs will delete all infected executable files, not fix infected executable files.


Read more Read More...

How to save as PDF and XPS in Office 2007

This download allows you to export and save to the PDF and XPS formats in eight 2007 Microsoft Office programs. It also allows you to send as e-mail attachment in the PDF and XPS formats in a subset of these programs

Download

 


Read more Read More...

how to linux's Mikrotik OS installation

Linux Boot Process



The modules will be installed. Please select the modules required but if a direct lazy just press the "a" on the keyboard then all modules will be selected






Continue by pressing the "i" to start the installation process mikrotik. On "Do You Want to keep old configuration?" for the initial installation process has no effect. Select only "y" and press "y" again to start the installation process.



The installation process is running, if successful there will be a message "Softwareinstalled" and press ENTER to reboot the system.



Login Mikrotik. 
Username: admin ::: password: blank

Read more Read More...

Remote Access Mikrotik From Outside

Why utilize pppoe on mikrotik? its answer simple, since so can access modem from outside network. reason succeeding at the discretion you, to can access mikrotik from outside usually modem squire. simplest trick is by undertaking setting pppoe on RB Mikrotik, (instead of dizzy does filter on modem, its modem better made by bridge).

Other than it methodics as this will more soften modem job, one that hot fast tend.

10. 10. 10. 2 / 24 = Interface aims to go to modems

192. 168.1. 1 / 24 = interface aims to go to HUB Or Client

125. 168. 125 is your gateway provider.

Making Remote Mikrotik squire:
 


/ip address add address=10.10.10.2/24 interface=public

/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=lokal

/interface pppoe-client add name=pppoe-user-mike user=xxxxxx password=xxxxxxx     interface=public service-name=publik disabled=no add-default-route=yes

/ip route add gateway=125.168.125.1

/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade

/ip dns set primary-dns=203.130.206.250

/ip dns set primary-dns=202.134.2.5

/ip dns allow-remote-request=yes



Read more Read More...

Tutorial For Beginner And Pro


Tips How To Create Home Page

Tips For Path Database and File at Visual Basic or Delphi

Delphi tutoria How To Adding Record's Number On DBGrid 

Delphi Tutorial How To Create Pop Up Menu

Delphi Tutorial How To Make Validate Logs In User gets Database basis with Borland Delphi 

Delphi Tutorial Features Two Row Order on Messagebox at Delphi and Visual Basic

Tutorial Links Delphi with Mysql Database

Tutorial Makes Wireless's Connection Among Laptop with adhoc's connection 

Tips Nurses Laptop

Tips Edit HTML

Tips features "Read More" on posting 

Tips Features Adsense in Posting (After Readmore at clicks)

Trick Features posting's title blankly (page) posting

Trick Adds Widget 3 Footer's Columns

 

 

 

 


Read more Read More...

Mengenal Menu dalam Ms. Excel 2003

Berikut merupakan Menu - menu pada Ms. Excel 2003:

Menu File

New, Membuat lembar kerja baru.
Open, Membuka file yang pernah disimpan baik di harddisk, CD ataupun disket.
Close, Menutup jendela workbook yang aktif
Save, Menyimpan workbook yang masih aktif.
Save As, Menyimpan workbook yang belum diberi nama atau menyimpan workbook dengan nama baru.
Save As Web Page, Menyimpan workbook ke dalam halaman Web.
Save Workspace, menyimpan workbook aktif sebagai file workspace.
Web Page Preview, Melihat tampilan halaman web yang dibuat dan yang akan dicetak.
Page Setup, Mengatur setting halaman workbook yang akan dicetak, seperti header atau footer, margin, dan ukuran kertas.
Print Area, Untuk menentukan daerah lembar kerja yang akan di cetak.
Print Preview, Melihat lembar kerja sebelum dicetak.
Print, Mencetak lembar kerja
Send To, mengirim lembar kerja ke penerima e-mail (Mail Recipient), mengirim lembar kerja ke penerima tertentu berdasarkan rute pengiriman tertentu (Routing Recipient), mengirim lembar kerja ke folder Microsoft Exchang (Exchange Folder), Mengirim lembar kerja yang aktif sebagai fax (Fax Recipient), mengirim lembar kerja ke program PowerPoint sebagai slide.
Properties, Membuat ringkasan file workbook yang aktif
Exit, Keluar dari Ms. Excel dan menutup seluruh lembar kerja.

Menu Edit

Undo, Membatalkan perintah yang terakhir dilakukan.
Repeat, Mengulangi perintah terakhir yang pernah dibatalkan dengan perintah Undo.
Cut, Memotong sebagian atau seluruh data (nilai, rumus, hyperlink, komentar) dalam range atau sel lain di dalam satu lembar kerja atau antar lembar kerja.
Copy, Menyalin (copy) data (nilai, rumus, komentar, hyperlink) dari satu rang atau sel ke rang atau sel lain di dalam satu lembar kerja atau antar lembar kerja.
Paste, fasilitas ini mendukung perintah Cut dan Copy data yang ada di lembar kerja.
Paste Special, Fasilitas ini juga endukung perintah Cut dan Copy data yang ada di lembar kerja.
Paste as Hyperlink, fasilitas ini mendukung peirntah Cut dan Copy terhadap hyperlink pada lembar kerja atau data yang digunakan sebagai hyperlink.
Fill, mengisi data pada sel atau range di lembar kerja ke bawah, atas, kanan, kiri, antara satu sheet ke sheet lain dan mengurukan data dengan cepat.
Clear, Membersihkan atau menhapus semua data (All), format data (formats), komentar (comments) dan isi data (contents) yang ada di lembar kerja.Delete, Menhapus data atau memindahkan data pada lembar kerja (sel, range, kolom, dan baris).
Delete Sheet, Fasilitas menghapus sheet pada lembar kerja anda.
Move or Cop Sheet, Memindahkan atau menyalin sheet pada lembar kerja atau antar lembar kerja.
Find, Mencari data nilai, rumus atau formula, dan komentar pada lembar kerja.
Replace, Mengganti data pada lembar kerja menjadi data baru.
Go To, Memindahkan letak sel aktif ke sel lain, komentar, rumus, konstanta dan yang lainnya.
Links, Menampilkan atau mengubah setiap link yang ada di file aktifyang mencakup nama dan tempat file sumber, data dan tipe
Object, Mengedit object yang berasal dari insert yang berhubungan dengan Link (Object, ClipArt) dan lain-lain.

Menu View

Normal, Menampilkan lembar kerja Ms. Excel dalam status normal.
Page Break Preview, Melihat hasil pemotongan halaman pada lembar kerja.
Toolbars, Memunculkan toolbar Ms. Excel yang terdiri dari : Standard, Formatting, Chart, Control Toolbox, Drawing, External Data, Forms, Pictore, PivotTabel, Reviewing, Visual Basic, Web, WordArt, dan Customize
Formula Bar, Menampilkan Status Bar (Baris Status) berisi teks untuk menjelaskan status operasi untuk digunakan selanjutnya.
Header dan Footer, Membuat header dan footer sebagai efek cetakan.
Comments, menampilkan toolbar Reviewing dan Comment pada lembar kerja.
Custom Views, menyimpan beberapa area cetak di dalam workbook.
Full Screen, Menampilkan lembar kerja satu tayanyan penuh.
Zoom, Mengubah ukuran penampilan lembar kerja Ms. Excel.
Menu Insert

Cells, Menyisipkan sel berisi data atau sel kosong yang berbentuk satu sel, satu baris sel, satu kolom sel, beberapa baris sel dan beberapa kolom.
Rows, Menyisipkan satu baris sel.
Columns, Menyisipkan satu kalom sel.
Woorksheet, Menyisipkan lembar kerja atau menyisipkan grafik (Chart)
Page Break, Untuk membuat potongan halaman (ditandai dengan garis putus-putus) yang tercetak menjadi beberapa bagian halaman.
Function, Menyisipkan fungsi logika, database, statistic, trigonometeri, financial pada lembar kerja
Name, Untuk menyisipkan nama rang data, menampilkan nama range data dan membuat rang untuk label pada lembar kerja.
Comment, Memberikan komentar ke lembar kerja.
Picture, Untuk menyisipkan gambar dari fasilitas ClipAt, From File (biasanya file hasil Scan), AutoShapes, Organization Chart, WordArt dan From Scanner or Camera.
Object, Menyisipkan object yang pernah dibuat dengan Ms. Word.
Hyperlink, Menyisipkan teks dan gambar hyperlink pada lembar kerja untuk membuat shortcut dalam membuka lembar kerja yang tersimpan di harddisk, internet, server jaringan dan lain-lain.

Menu Format

Cells, Menentukan format sel yang akan dibuat baik format angka, font, border, dan yang lainnya.
Row, Mengatur tinggi baris pada satu sel atau beberapa sel dan menyembunyikan atau menampilkan baris.
Column, Mengatur lebar kolom, menyembunyikan dan mengembalikan kembali kolom yang telah disembunyikan.
Sheet, Memformat sheet yang sedang aktif.
AutoFormat, Menggunakan fasilitas format yang disediakan Ms. Excel untuk membuat format table yang terdapat pada kotak dialog AutoFormat.
Conditional Formatting, Untuk memmformat nilai-nilai dalam sel yang di sorot pada lembar kerja.
Style, Memformat dan mengubah

MenuTools

Spelling, Memeriksa data pada lembar kerja yang diaktifkan yang mencakup memeriksa sel berisi angka, nilai, komentar, grafik, kotak teks, header dan footer.
Autocorrect, Mengubah, menghapus dan mengoreksi data yang ada pada lembar kerja secara otomatis.
Share Workbook, Untuk berpindah ke modus share workbook dimana memungkinkan kita sendiri atau pengguna yang lain dalam suatu jaringan computer untuk mengubah dan menyimpan workbook yang persis sama isinya.
Track Changes, Melihat pengubahan data yang dilakukan atau oleh pengguna lain berdasarkan waktu, siapa dan dimana pengubahanitu terjadi di dalam jaringan computer.
Merge Workbooks, Menggabungkan (merger) pengubahan dari beberapa share workbook ke sebuah workbook.
Protection, mengamankan data atau memproteksi sheet, workbook dan share workbook.
Onlaine Collaboration, Menyusun dan mengadakan pertemuan beserta dengan jadwalnya. Fasilitas in terdiridari : MeetNow, Schedule Meeting dan Web Discussion.
Goal Seek, Mengubah nilai pada rumus sesuai dengan keinginan pada sel atau pada grafik.
Scenarios, Membuat, menampilkan, menghapus, mengedit scenario dan membuat ringkasan laporan scenario pada lembar kerja Ms. Excel
Auditing, Meletakkan rumus yang menggunakan nilai pada sel aktif, mengatur sel yang meletakkan data ke rumus, menyembunyikan nilai yang salah pada sel, mencirikannilai yang salah pada sel, mengatur sel pada lembar kerja lain yantuk meletakkan data pada rumus dan memindahkan satu atau lebih tingkat dari panan perunut (tracer).
Macro, Membuat atau mejalankan program macro, mengedit atau menghapus macro yang di buat.
Add-Ins, Mengaktifkan atau menonaktifkan program Add-ins milik Ms. Excel
Customize, Menata toolbar, menambahkan command baru, membuat menu dan toolbar sesuai dengan keingingan pengguna.
Options, Menuntun kita dalam menggunakan delapan tabulasi : View, Calculation, Edit, General, Transition, Custom Lists, Chart, Color.
Menu Data

Sort, Mengurutkan (sorting) data dari yang terbesar ke terkecil atau dari yang terkecil ke terbesar.
Filter, Mengurutkan dan mengelola daftar data.
Form, Menangani record yang ada dalam daftar yaitu membuat atau menambah record, menghapus record, menampilkan criteria record yang dihapus, menemukan record sebelumnya, menemukan record selanjutnya dan menentukan criteria record.
Subtotals, Menghitung nilai subtotal dan total akhir suatu daftar.
Validation, Membatas jenis data yang dapat dimasukkan dalam sel dan range yang mencakup angka bulat, angka decimal atau teks.
Table, membuat satu atau lebih variable data pada table dan menambah rumus pada satu variable data yang ada dalam table.
Teks to Columns, Mengubah data berbentuk teks menjadi kolom pada lembar kerja.
Consolidate, konsolidasi data berdasarkan pada posisi, kategori, menambah daerah sumbar data lain untuk konsolidasi, memperbaharui konsolidasi jika data diubah, mengubah acuan sumber data dalam konsolidasi, menghapus sumber daerah acuan dari konsolidasi.
Group and Outline, Menggabungkan (Group) dan pembingkaian (Outline) data yang pada lembar kerja seperti object, numeric, dan lainnya.
Pivot Table and PivotChart Report, membuat table pivot dan grafik pivot di lembar kerja.
Get External Data, melakukan sesuatu yang berhubungan dengan data eksternal seperti Web Query, database query dan lainnya.
Refresh Data, menyegarkan kembali data yang diperoleh dari data luar (external) dan table fivot.
Menu Window

New Window, Memperlihatkan lembar kerja yang sedang di edit pada jendela baru (new window).
Arrange, Mengatur jendela dari workbook aktif agar dapat melihat seluruh workbook aktif tersebut.
Hide, Menyembunyikan workbook aktif.
Unhide, Menampilkan kembali workbook yang disembunyikan.
Split, Membagi lembar kerja dari workbook aktif menjadi beberapa bagian.
Freeze Panes, Membekukan bagian lembar kerja agar kita tetap dapat melihat sel yang ada di bagian bawah atau kanan lembar kerja.
Menu Help

Microsoft Excel Help, Menampilkan fasilitas Office Assistant dengannama logo berturut seperti: Clippit, The dot, F1, The Genius, Office Logo, Mother Nature, Links, dan Rocky.
Show the Office Assistant, Melihat keterangan dari topic terpilih secara langsung tanpa melalui fasilitas Help.
What’s This?, Memberikan penjelasan dan fungsi perintah Excel dengan menampilan teks pada toolbar.
Office on the Web, Koneksi internet pada situs office pada Web.
Lotus 1-2-3 Help, melihat penjelasan bagaimana cara perintah dalam Lotus 10203 diaplikasikan pada Excel.
Detect and Repair, Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan pada Excel.
About Microsoft Excel, Melihat penjelasan tentang Excel dan konfigurasi computer yang digunakan.

Read more Read More...

Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector

Hardisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Dengan umur pemakaian yang terbatas.

Kerusakan pada hardisk dapat disebabkan beberapa hal:
  • Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller hardisk dan motor.
  • Hardisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
  • Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter hardisk rusak karena goncangan berlebih.
  • Suhu didalam hardisk yang panas membuat kondisi hardisk dalam lingkungan tidak stabil.
  • Kondisi MTBF/umur hardisk sudah tercapai, dan akan rusak.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki hardisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana hardisk masih berputar, keadaan controller hardisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan hardisk yang terkena bad sector.

Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan:

  1. Kondisi dimana platter hardisk aus. Pada kondisi ini hardisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama hardisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
     
  2. Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk hardisk. Kemungkinan hardisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin di lowlevel.
     
  3. Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi hardisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan hardisk diperbaiki. Membicarakan keadaan hardisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan hardisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.Tujuan.

Upaya untuk mengunakan hardisk yang terdapat bad sector Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.

Tahapan Pertama:
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter hardisk yang rusak.
Untuk mengetahui hal ini hardisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software.
Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF.
Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat hardisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.
Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam hardisk serta informasi bad sector.
Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.
Setelah menjalankan program LLF, maka hardisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.
Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam hardisk!

Tahapan Kedua:

Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error.
Tahapan untuk sesi ini adalah :

Membuat partisi hardisk :
Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi.
Untuk primary dapat dilakukan dengan single hardisk , tetapi bila menghendaki hardisk sebagai extended, diperlukan sebuah hardisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).
Format hardisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan hardisk. Hal ini terlihat pada dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana hardisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan hardisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT:

Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan:
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%
Buat partisi kembali :

Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam hardisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended.

Contoh Pembagian ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada hardisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan hardisk terjadi.

Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi hardisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector.

Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya.
Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z
ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi hardisk.

Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector.

Dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan. F.

Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi hardisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh dibawah ini adalah tersisa 3 drive :
C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus G.

Akhir proses. Anda memiliki hardisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas.
Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini.
Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada hardisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk hardisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan  yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada hardisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.


Read more Read More...

Tutorial Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop dengan koneksi adhoc


Untuk menghubungkan dua buah laptop atau lebih atau komputer desktop yang mempunyai wireless LAN card (wifi) dan antara masing – masing laptop/ komputer tersebut ingin terhubung atau terkoneksi satu sama lain sehingga dapat sharing data, printer, internet, remote komputer dll. Cara sederhana dapat dilakukan dengan koneksi adhoc yaitu koneksi wireless LAN tanpa menggunakan akses point, terhubung langsung antara komputer ke komputer lainnya tanpa menggunakan kabel.

Setting koneksi adhoc untuk windows xp sp2 adalah sebagai berikut :
• Nyalakan wifi
• Masuk ke network connection (klik start -->Control Panel --> Network and internet connection --> Network Connection )
• Klik kanan pada wireless network connection, kemudian klik properties.
• Pilih Tab Wireless Networks --> klik Advanced
• Pilih Computer-to-computer (ad hoc) networks only
• klik Close, Tampilan akan kembali ke jendela Wireless Network Connnection Properties
• Pada Preferred networks , klik Add
• Beri nama Network name (SSID) sesuai dengan yang kita inginkan misalnya contoh disini diberi nama mynet (pada komputer yang lain namanya harus sama (mynet)).-->klik OK
• Pada Wireless network key, agar lebih mudah dulu network Authentication diisi : Open , pada Data encryption diisi : Disable. ( kalau mau langsung pakai proteksi juga silakan, tapi sebaiknya seperti ini dulu, nanti kalau sudah berhasil koneksinya silakan utak-atik option ini )
Sehingga pada preferred networks akan tampil nama SSID yang sudah kita buat dengan nama mynet --> klik ok untuk keluar.
• Lakukan hal / langkah yang sama pada laptop/komputer yang lain yang akan dikoneksikan. ( ingat nama /network name (SSID) harus sama ( mynet)).
• Kalau kedua komputer sudah disetting seperti langkah di atas, langkah selanjutnya adalah tinggal mengkoneksikannya yaitu dengan masuk ke Network Connection, kemudian klik kanan pada Wireless Network Connection --> pilih View available wireless networks.
Disana akan tampil SSID dengan nama mynet, sorot dengan mouse kemudian klik tombol Connect. Tunggu beberapa saat sampai statusnya Connected.


•• Sebenarnya kalau komputer kesatu selalu nyala, pada komputer kedua dan ketiga dan seterusnya tidak perlu disetting apapun, cukup nyalakan wifinya, View available wireless networks, pilih dan kemudian Connect. (seperti kalau kita koneksi pada hotspot).
• Untuk Melihat berhasil tidaknya koneksi antar komputer, kita bisa melakukan perintah ping ke nama komputer lawan.
- untuk mengetahui nama komputer : klik kanan pada my computer --> properties --> pilih tab Computer Name-->full computer name ( = nama komputer)
- Buka Command prompt (start --> klik RUN--> ketik cmd--> klik OK )
- Ketik ping namakomputerlawan (ping spasi nama komputer lawan) tekan enter, kalau berhasil akan ada reply dari komputer lawan.
- Kalau tidak ada reply bukan berarti belum berhasil, karena mungkin fungsi untuk pingnya dari komputer tersebut disable.

• Cara lain :
Dengan melihat IP address yang didapat oleh masing - masing komputer. ( karena cara diatas kita tidak mengisi nomor IP secara manual, tetapi secara otomatis/DHCP.
Cara melihat IP address yang didapat yaitu masuk kembali ke Network Connection--> dobel klik pada wireless network connection yang sedang terkonek--> kemudian klik Support, (dilakukan di kedua komputer ), kemudian bandingkan hasilnya.


Masing - masing komputer harus mendapat nilai subnet mask yang sama : misal disini subnet masknya didapat 255.255.255.0 (kelas C), komputer-a dan komputer-b harus sama yaitu 255.255.255.0
Masing - masing komputer harus mendapat IP address yang satu network misal kalau komputer-a mendapat 192.168.0.X, maka komputer-b harus mendapat 192.168.0.X juga (hanya nilai Xnya saja yang berbeda antara komputer a dan b).
Klik Repair di salah satu komputer kalau tidak didapatkan nilai seperti ketentuan di atas, sampai mendapatkan IP address dan subnet mask yang sesuai.



Setting IP Secara Manual

•• Bisa saja pada beberapa kasus akan kesulitan mendapatkan IP sehingga koneksi tidak berhasil, maka kita harus set IP secara manual.
Caranya :
-masuk ke network Connections-->klik kanan pada wireless network --> klik properties.
-Dobel klik pada internet protocol (Tcp/ip) --> klik pada use the following ip address.
Pada komputer kesatu set ip address : 192.168.0.1 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer kedua set ip address : 192.168.0.2 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer ketiga set ip address : 192.168.0.3 subnet mask: 255.255.255.0
Dan seterusnya..
Apabila komputer kesatu mempunyai koneksi internet dan akan sharing ke yang lainnya, maka pada komputer kedua, ketiga dan seterusnya. Kolom Default Gateway dan Preferred DNS servernya harus diisi yaitu : 192.168.0.1 .
Untuk melakukan Sharing Data :

• Klik kanan pada drive atau folder yang akan disharing --> pilih Sharing and security
--> Contreng pada Share this folder on network, isi Share name.--> klik OK

• Untuk mengakses data dari komputer lawan bisa dilakukan dengan mengetik di RUN command \\namakomputer atau \\noIPaddress komputer lawan yang akan diakses.


Untuk Sharing Koneksi Internet

• Di komputer yang ada koneksi internetnya masuk ke Network Connection --> Klik kanan pada koneksi internet yang akan disharing --> klik properties

• Pilih Tab Advanced, Contreng Allow other network user to connect through this …,

• Klik tombol Setting, contreng services yang akan disharing, (yang mutlak untuk sharing internet adalah Web Server (HTTP), yang lainnya HTTPS, FTP, POP3, dll terserah anda sesuai kebutuhan, atau boleh juga pilih semua.--> kemudian klik OK.

Read more Read More...

Tutorial Menghubungkan Delphi dengan Database MySQL

Berikut adalah beberapa metode untuk menghubungkan Delphi dengan database MySQL beserta penjelasannya :

Koneksi menggunakan MySQL Connector/ODBC

• Download MySQL Connector/ODBC di http://dev.mysql.com/downloads/connector/odbc/ jika belum punya.
  1. Install MySQL Connector/ODBC.
  2. Setelah selesai menginstall MySQL Connector/ODBC, kemudian masuk ke Control Panel. Start | Settings | Control Panel | Administrative Tools | dobel klik Data Sources (ODBC).
  3.  Setelah muncul window ODBC Data Source Administrator klik tab User DSN, kemudian klik tombol Add.
  4. di window Create New Data Source pilih MySQL ODBC nomor_versi Driver (nomor_versi adalah versi dari Driver Connector MySQL misalnya 3.51). Klik tombol Finish
  5. Kemudian akan muncul window Connector / ODBC. Klik pada tab Login.
  6. Pada text box Data Source Name isi dengan nama Data Source, misalnya MySQLDS.
  7. Pada text box description isi dengan deskripsi koneksi (optional).
  8. Pada text box server isi dengan localhost atau IP 127.0.0.1 jika anda menginstall Database MySQL di komputer anda sendiri.
  9. Pada text box User isi dengan nama user misalnya root (root adalah user yang mempunyai kewenangan penuh terhadap database atau disebut juga Administrator).
  10. Pada Text box Password isi dengan password root (defaultnya user root tidak mempunyai password).
  11. klik tombol Test untuk mengetes koneksi.
  12. Jika sudah sukses klik tombol Finish.
  13. Masuk ke Delphi, buat sebuah project baru lalu tambahkan sebuah komponen ADOConnection.
  14. Dobel klik komponen ADOConnection. Klik tombol Build.
  15. di window Data Link Properties klik tab Provider kemudian pilih Microsoft OLE DB Provider for ODBC Drivers klik tombol Next
  16. Pada Tab Connection, Pilih radio button use data source name kemudian pada combobox di bawahnya pilih nama data source yang tadi anda buat yaitu MySQLDS.
  17. Isi root pada textbox User name dan passwordnya pada textbox Password. Klik tombol Test Connection. Jika sukses, klik tombol OK.
  18. Set Property LoginPrompt menjadi false agar aplikasi tidak menampilkan form Database Login ketika anda akan menjalankan aplikasi.
  19. Set Property Connected menjadi true.
  20. Setelah tahap diatas, koneksi ke database MySQL sudah terbentuk. Selanjutnya untuk mengakses data pada sebuah table di database MySQL anda bisa menggunakan komponen ADOTable atau ADOQuery yang dihubungkan dengan komponen ADOConnection dengan cara men-set property Connectionnya menjadi ADOConnection1.

Koneksi menggunakan MySQLDAC

Download MicroOlap MySQL Direct Access Component versi trial di http://www.microolap.com/products/connectivity/mysqldac/download/.
  1. Install MicroOlap MySQL Direct Access Component seperti biasa.
  2. Setelah selesai installasi, di tab component delphi akan muncul tab baru yaitu DAC for MySQL
  3. Buat Project baru di Delphi, klik pada tab DAC for MySQL kemudian tambahkan sebuah komponen mySQLDatabase.
  4. Dobel klik komponen tersebut, setelah itu muncul window dialog TMySQLDatabase Editor.
  5. Isi text box Database Name dengan nama database anda.
  6. Isi text box User ID dengan username anda misalnya root.
  7. Isi text box Password password user yang digunakan.
  8. Isi text box Host Name / IP dengan localhost atau 127.0.0.1 jika anda menginstall database MySQL di komputer anda sendiri.
  9. Isi text box Server Port dengan nomor port yang digunakan MySQL database (defaultnya 3306).
  10. Dari dua metode diatas, koneksi dengan menggunakan MySQL Direct Access Component adalah yang paling baik karena memberikan peforma akses/query ke database yang lebih cepat dibandingkan koneksi dengan menggunakan MySQL Connector/ODBC hanya saja komponen ini tidak gratis

Read more Read More...

Tutorial pemrograman Delphi dan Visual Basic Menampilkan Dua Baris Pesan pada Messagebox

Kadang kita ingin agar teks dalam sebuah messagebox atau message dialog dalam aplikasi kita menjadi beberapa baris karena teks yang akan kita tampilkan cukup panjang dan kurang indah jika pesan tersebut ditempatkan dalam satu baris.

Berikut ini adalah cara menampilkan teks dua baris pada messagebox di Delphi :

application.MessageBox('Ini adalah baris pertama pesan'+chr(10)+ 'Ini adalah baris kedua pesan','Informasi',mb_ok)

Berikut ini adalah cara menampilkan teks dua baris pada messagebox di Visual Basic :

MsgBox "Ini adalah baris pertama pesan" & Chr(10) & "Ini adalah baris kedua pesan", vbOKOnly, "Informasi"

Read more Read More...

Tutorial Pemrograman Delphi : Membuat Validasi Login User Berbasis Database dengan Borland Delphi

Untuk membuat aplikasi untuk beberapa user group atau user level. Misalnya aplikasi anda digunakan untuk mengolah data penjualan suatu barang dan di aplikasi anda tersebut misalnya terdapat beberapa modul/menu diantaranya input data barang, input data penjualan, input data pembelian, laporan barang masuk, laporan barang keluar, laporan rugi laba, administrasi user dan lain sebagainya.


maka tidak semua orang/user tentunya mempunyai hak untuk mengakses semua modul/menu tersebut. Misalnya ada dua level user yaitu Administrator dan operator. Operator hanya bertugas untuk menginput data barang, input data pembelian, input data penjualan, laporan barang masuk dan laporan barang keluar. Untuk Laporan Keuangan Rugi Laba dan administrasi user hanya boleh diakses oleh Administrator yang mempunyai kewenangan penuh terhadap seluruh aplikasi. Untuk itu tentunya aplikasi anda membutuhkan sebuah validasi user yaitu lewat sebuah proses login.

berikut ini contoh pembuatan aplikasi untuk validasi login user berbasis databases di borland delphi. Disini digunakan borland delphi versi 7.

Sebelum mulai dengan Delphi anda harus membuat dahulu sebuah database misalnya menggunakan database Microsoft Access.

Masuk ke Microsoft Access buat database baru : File | New | Blank Database. Simpan di folder C:\APP\Login dengan nama DelphiTutorial.mdb.

Buat table baru : Insert | Table. Pada kotak dialog yang muncul pilih Design View klik ok.
Buat struktur tabel seperti dibawah ini :


Filed Name
Data Type
Size
Username
Text
30
Password
Text
50
Status
Text
1

Field Status digunakan untuk pengenalan level user (0 untuk operator dan 1 untuk administrator). Berikan primary key pada field Username dan simpan table dengan nama Login. Kemudian isikan beberapa data, contoh :


Username
Password
Status
User
User
0
Admin
admin
1


  • Buat sebuah project baru di Delphi : File | New | Aplication
  • Tambahkan dua buah komponen Edit dan dua buah komponen Button dan dua buah komponen Label
  • Tambahkan sebuah form lagi : File | New | Form.
Set Priority komponen sebagai berikut:


Nama Komponen
Nama Property
Nilai
- Form1
Name
FLogin
- Form2
Name
FMenu
- Label1
Name
Label1

Caption
Username
- Label2
Name
Label2

Caption
Password
- Edit1
Name
EUsername
- Edit2
Name
EPassword

PasswordChar
*
- Button1
Name
BtnOk

Caption
Login
- Button2
Name
BtnCancel

Caption
Batal

Sehingga tampil seperti ini :




• Simpan project di C:\APP\Login dengan nama PLogin.dpr.
• Klik Flogin, tambahkan sebuah komponen AdoQuery (ada di tab ADO)
• Set Property Namenya : AQLogin
• Set Property ConnectionString : Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source=DelphiTutorial.mdb;Persist Security Info=False
• klik form Fmenu kemudian tambahkan komponen MainMenu.
• Dobel klik komponen MainMenu dan tambahkan satu menu dan beberapa submenu sehingga tampilannya seperti dibawah ini :




• dobel klik komponen BtnOk di form FLogin kemudian isikan kode berikut :

aqlogin.Close;
aqlogin.SQL.Text := 'select * from login where username = :un and password = :pw';
aqlogin.Prepared := true;
aqlogin.Parameters[0].Value := EUsername.Text;
aqlogin.Parameters[1].Value := EPassword.Text;
aqlogin.Open;
if aqlogin.RecordCount < 1 then // jika data tidak ada, tampilkan pesan error begin Messagedlg('Username tidak dikenal',mterror,[mbok],0); Exit; end else if aqlogin.RecordCount > 0 then // jika data ada, cek status
begin
if aqlogin.FieldValues['status'] = '0' then // jika status 0, maka menu administrator disembunyikan
begin
fMenu.caption := 'Contoh Database Login ...on ['+
uppercase(aqlogin.FieldValues['username'])+'] as Operator';
fmenu.Administrator1.visible := false;
end
else if aqlogin.FieldValues['status'] = '1' then
fMenu.caption := 'Contoh Database Login ...on ['+
uppercase(aqlogin.FieldValues['username'])+'] as Administrator';
else
begin
Messagedlg('User level tidak jelas, login gagal',mterror,[mbok],0);
exit;
end;
end;
flogin.Hide;
fMenu.show;
• Dobel klik komponen BtnCancel, kemudian tambahkan kode berikut :

application.Terminate;
Kode pada BtnOk akan memeriksa username dan password dengan data yang ada di tabel login. Jika data ada aplikasi kemudian akan memeriksa status user. Jika status user tersebut "0" maka yang menu yang ditampilkan di form FMenu hanya menu untuk operator saja dan apabila status user "1" maka semua menu di form FMenu akan ditampilkan.
Main Form untuk project ini adalah Flogin jadi jika anda menutup form FMenu, maka seolah-olah aplikasi sudah tertutup, padahal sebenarnya aplikasi tersebut masih berjalan di background, karena Flogin yang jadi Main Form belum tertutup. Untuk membuktikannya, klik kanan di taskbar dan pilih Task Manager. Klik pada tab Proses kemudian cari entry dengan nama Plogin.exe.
Untuk mengatasi masalah tersebut, klik di FMenu kemudian pada Object Inspector klik tab Events kemudian dobel klik pada event OnClose, lalu tambahkan kode berikut :

application.Terminate;
Dengan demikian aplikasi akan di terminate ketika anda menutup form Fmenu



Read more Read More...

Article on same category :